Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2020

Sebuah Kado Perpisahan

Menulis itu seperti memasak seperti menjual seperti melukis seperti menyanyi seperti dan seperti keterampilan-keterampilan lainnya. Menulis itu keterampilan. Memasak itu keterampilan. Menjual itu keterampilan. Melukis itu keterampilan. Menyanyi itu keterampilan. Bisa memasak tidak selalu menjadi koki. Bisa menjual tidak selalu menjadi penjual. Bisa melukis tidak selalu menjadi pelukis. Bisa menyanyi tidak selalu menjadi penyanyi. Pun bisa menulis tidak selalu menjadi penulis.

Sang Penulis

Punyakah kalian penulis favorit atau yang menjadi panutan kalian untuk memotivasi diri bahkan sebagai prinsip? Kuberitahu penulis terbaik yang tidak terikat ruang dan waktu. Tuhan. Dia yang menuliskan segala awal dan akhir mahluk dengan segala keruwetan skenarionya tanpa sedikitpun celah untuk diakali. Jika kalian ingin menjadi titisannya jadilah penulis yang menjadi Tuhan dalam dunia tulisanmu sendiri. Tapi asal kau tahu saja bahwa dunia yang kalian ciptakan dalam tulisan itu juga sudah dituliskan oleh Tuhan sejak awal.

Bapak Sosialisme Sesungguhnya

S osialis me memimpikan sebuah dunia di mana semua orang terbebas dari belenggu dominasi dan penindasan berbasis kondisi materialnya – ketertindasan kelas dalam berbagai bentuknya di ranah politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Sebuah dunia di mana tiap-tiap kita dapat menjalani dan menghidupi hidup kita secara merdeka, bermartabat, dan bertanggung jawab, berdasarkan semangat solidaritas kepada sesama. Berlawanan dengan kesalahpahaman yang populer di masyarakat kita, sosialisme tidak mengampanyekan kebersamaan dan kesetaraan dalam kemiskinan dan despotisme. Jauh dari itu, yang diperjuangkan oleh kaum sosialis yang berpegang kepada prinsip-prinsip ilmiah dan pembacaan yang kontekstual adalah kesetaraan dalam keberlimpahan. Sebuah situasi di mana kita bisa hidup sebagai, mengutip kata-kata kaum Kiri Arab, ‘rakyat yang bahagia’ di ‘tanah yang merdeka.’ Singkat kata, sosialisme adalah manifestasi tertinggi dari demokrasi. Ketika membicarakan sosialisme sekilas yang terpiki...

Rencana Kecil

Aku sudah lupa kapan tepatnya harapan itu muncul begitu saja di otakku serta atas dasar apa aku memiliki keinginan seperti itu. Seingatku waktu itu akhir kelas 6 SD diriku memutuskan untuk menjadi seorang guru matematika dikarenakan hal itu begitu menyenangkan dan mudah serta aku heran dengan kebanyakan temanku yang selalu mengeluh dan kesulitan dengan pelajaran matematika. Akhirnya kutetapkan cita-citaku menjadi seorang guru matematika. Seorang bocah SD sepertiku yang hidup di daerah pedesaan dengan minim informasi ini tak pernah tahu tepatnya cara menjadi seorang guru matematika. Setelah lulus SD kulanjutkan sekolah di SMP terbaik di kecamatan tempat tinggalku dengan tetap memegang cita-cita sebagai guru matematika. Kujalani saja kehidupan SMP hingga berjalan hingga hari kelulusan pun aku masih belum paham langkah yang dilakukan untuk menjadi seorang guru matematika. Belum terpikirkan kampus yang harus kumasuki agar menjadi seorang guru matematika. Fakultas pun belum terp...

Aku Adalah Ketakutan

Kota besar seperti Jakarta merupakan tempat yang begitu memikat bagi banyak orang untuk mengadu nasib tanpa mengetahui dalam kemegahannya terdapat borok mengganas di dalamnya. Bukan tentang pemukiman kumuh serta kriminalitas tinggi di pinggiran kota. Namun busuknya orang-orang yang berkuasa di atas kursi kepemimpinan serta para oligarki yang menggukan berbagai cara untuk memberi keuntungan bagi mereka sehingga terciptalah permasalahan struktural yang memiskinkan manusia-manusia di dalamnya. K hasyyah seorang pemuda lulusan SMA hijrah dari desa menuju kota metropolitan Jakarta karena tergiur kegemerlapan hidup yang ada di setiap sudutnya yang menawarkan kemakmuran finansial. Persis seperti yang selalu diajarkan kepada dirinya semasa sekolah dari bangku sekolah dasar hingga lulus SMA bahwa kesuksesan itu ada di kota dengan segala kemodernannya. Berbekal pengetahuan dari pendidikan yang tidak kontekstual yang mengakibatkan pengajarannya jauh dari realita kesehariannya itu membuat...

Semua Adalah Hal Yang Biasa

Kelahiran, rejeki, jodoh, dan kematian dahulu empat hal ini ditiupkan saat usia empat bulan dalam kandungan. Semua berawal ketika kita dilahirkan namun manusia lupa bahwa semua telah ditakdirkan. Hanya Tuhan penguasa dari segala alam yang mengetahui tentang takdir. Manusia tidak tahu yang ditakdirkan sehingga yang dapat dilakukan adalah berusaha lalu menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Manusia sering lupa bahwa hal-hal di atas itu di luar kemampuan mereka sehingga merasa dapat menanganinya dan melupakan Tuhan. Berbagai usaha dilakukan hanya untuk mendapatkan perkara yang bersifat duniawi. Rencana hidup disusun sedemikian rupa, harta disiapkan untuk anak turunan, jodoh dicari sampai ujung negeri sampai lupa dengan hal-hal terkait akhirat padahal besok masih hidup saja tidak tahu. Kematian bisa datang kapan saja karena kita tidak tahu ketetapan Tuhan, pun rejeki dan jodoh juga datang dari arah yang tidak kita ketahui. Tugas kita berusaha dan serta tidak melupakan bahwa Tuhan yang me...

Dunia Terbalik

Bukan sinetron bukan pula sitkom atau serial komedi atau tayangan di salah satu stasiun televise swasta yang kental akan budaya patriarki dengan membagi-bagi peran pekerjaan bahwa seolah-olah sebuah pekerjaan hanya milik satu jenis kelamin saja sehingga menganggap bahwa dunia sudah terbalik. Bukan itu. Ini tentang bagaimana manusia sebagai hamba kemah yang terbolak-balik dalam bersikap. Yang seharusnya dilakukan malah ditinggalkan. Di sebuah negeri festival-festivalan yang mengagungkan simbol daripada esensi ini banyak hal dipahami secara terbalik. Apalagi di momen Ramadhan yang bersamaan dengan pandemi seperti ini menjadi sangat jelas terlihat. Atas nama tradisi maka dipaksakan terselenggaranya ibadah-ibadah sunah seperti shalat Tarawih dan buka bersama yang mengumpulkan banyak massa. Padahal hal ini sangat membahayakan. Sedangkan menuntut ilmu atau lebih dikenal dengan ngaji yang bersifat wajib malah ditiadakan bahkan tidak ada yang menolak ketika ditiadakan. Beginilah terbo...

Sama Yang Tak Seragam

Manusia itu sama tapi dibedakan, beragam tapi diseragamkan. Laki-laki dengan perempuan itu sama tapi dibedakan. Perempuan dan laki-laki itu beragam tapi diseragamkan. Keduanya setara. Seharusnya. Namun konstruksi sosial dalam masyarakat membedakan untuk keduanya. Perempuan dijadikan manusia kelas dua serta sering hak-haknya dikurangi bahkan dihilangkan. Mereka menjadi manusia yang terpinggirkan. Yang pertama dilihat adalah kelaminnya bukan kemampuan perempuan sehingga kontribusi perempuan dalam masyarakat menjadi minim. Hal ini terjadi dikarenakan mengakarnya budaya patriarki dalam masyarakat kita. Bukan lantas matriarki sebagai solusi atas hal tersebut. Keduanya tidak dapat dibenarkan. Manusia adalah manusia. Laki-laki adalah manusia. Perempuan adalah manusia. Lihatlah perempuan sebagai manusia. Bukan dari kelaminnya. Pun ketika melihat laki-laki.

A Man's Dream Will Never Die!

Warisan cita-cita Takdir waktu Dan impian manusia merupakan hal yang tak bisa dihentikan Selagi manusia masih mencari makna kebebasan Mereka tidak akan pernah berhenti!!! Semenjak kecil tak pernah sedikitpun berubah impianku yang diwariskan oleh entah siapa terhadap diriku yang lemah ini walaupun dengan berbagai modifikasi serta penyesuaian di sana sini bahkan penambahan yang begitu merepotkan untuk diwujudkan. Seorang bocah naif yang berharap bisa memberikan kontribusi perbaikan pada pendidikan di negerinya dengan menjadi guru matematika yang tidak merdeka sama sekali. Bahkan institusi yang melahirkan pendidik-pendidik yang akhirnya menjadi guru itu pun masih terjajah oleh sistem yang dilanggengkan negara. Betapa kompleks permasalahan negeri ini meskipun baru dilihat dari satu bidang saja belum yang lainnya. Setiap perjalanan pasti memberikan sebuah pembelajaran di dalamnya sekecil apapun itu. Maka ada sebuah kenyataan miris yang kuketahui tentang kondisi guru-guru...

Antara Nyata dan Mimpi

Ritual manusia tentu saja ada berbagai macam bentuk serta jenis ataupun macamnya. Berbeda pula pada pagi atau sore atau siang juga malam. Secara garis besar ritual harian manusia adalah beraktivitas pada saat terang atau pagi-sore lalu beristirahat pada malam hari ketika petang. Bermilyar manusia di luar sana bergerak bersama dengan berbagai macam aktivitas masing-masing yang beragam, namun untuk beristirahat hampir semua manusia seragam yaitu dengan tidur. Tidur menjadi pelipur lelah bagi manusia. Aku pun juga melakukan ritual tidur setiap malam. Ingin kubagikan sedikit pengalaman tidur yang menakjubkan kepada kalian. Setelah kehadiran seorang perempuan yang menjadi teman hidup kakakku dan ikut tinggal di rumah membuatku tergusur dari kamar yang sudah lama kutiduri. Akhirnya aku dibuatkan sebuah loteng di atas salah satu ruang rumah untuk menjadi pelabuhan tidurku serta ruang rahasia bagi kegiatan-kegiatan rahasia juga tentunya. Setiap malam aku berangkat tidur di kasur keras ...

Sebuah Refleksi

Keseharianku sebelum masa sekolah menengah atas adalah sosok anak baru gede yang begitu naif melihat dunia. Dengan idealisme setengah-setengahnya atau malah hanya seperempat saja pemuda tanggung ini memiliki cita-cita setinggi langit untuk berkontribusi terhadap pendidikan di Indonesia. Saat duduk di bangku SD aku bertanya-tanya mengapa pelajar di negeri ini begitu sebal terhadap matematika padahal menurutku begitu menyenangkan. Akhirnya bocah naif ini menanamkan dalam kepalanya untuk menjadi seorang guru matematika yang menyenangkan bagi anak-anak di Indonesia. Berbekal pertanyaan remeh itu aku mulai menapaki perjalanan hidupku untuk menjadi guru yang berkontribusi menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia. Setelah menyelesaikan studi di SMA aku masuk kuliah di jurusan yang kuinginkan yaitu Pendidikan Matematika. Namun berakhir dengan pindah ke jurusan filsafat setelah sempat kuliah di dua kampus bersamaan. SMA-ku yang kata para seniornya adalah miniatur Indonesia itu...

Menunggu Atau Ditunggu

Perihal menunggu adalah hal yang sangat membosankan bagi setiap orang bahkan bisa menjadi hal yang sangat mengesalkan hingga membuat kepala kita selalu menoleh ke kanan dan ke kiri setiap mendengar suara langkah ataupun melihat sekelebat bayangan dengan harapan sesuatu yang kita tunggu segera hadir tepat dihadapan mata. Namun pernahkah kalian berada di posisi sedang ditunggu lalu berpikir mesti hadir tepat waktu supaya tidak membuat orang lain menunggu atau malah sengaja hadir terlambat? Untuk diriku yang memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk melakukan perjalanan menuju sekolah sudah cukup terbiasa untuk bersiap lebih awal sehingga dapat tepat waktu sampai tempat studiku. Kebiasaan selama tiga tahun yang ditambah empat tahun kuliah tersebut membuatku terbiasa untuk berangkat lebih awal supaya tidak terlambat dalam pertemuan apapun. Walaupun sering juga aku harus menunggu manusia-manusia lain yang datang lebih dari satu jam sejak waktu yang ditentukan. Terkadang hal itu membua...

Memegang Buntut Gajah

Tak pernah selesai permasalahan yang ada di dunia ini wabilkhusus negara tercinta Indonesia Raya. Negara yang dipimpin oleh presiden sebagai jabatan tertinggi yang baru saja terpilih pada tahun 2019 lalu tersebut yang memiliki staf khusus yang khusus juga dikarenakan ada embel-embel milenial di belakangnya sebagai representasi generasi milenial katanya. Harapannya anak-anak muda yang disemati predikat milenial ini dapat memberikan sudut pandang yang mewakili angkatan mereka dalam menyelesaikan masalah. Namun nahas para pemuda yang diharapkan dapat memberikan pembaharuan bagi solusi permasalahan negeri ini juga produk didikan generasi sebelumnya yang mewarisi keterampilan senior mereka. Negeri hompimpa yang menyelesaikan masalah dengan menambah masalah ini tidak pernah tidak memberikan hiburan terbaik kepada rakyatnya yang sedang dilanda lara. Mungkin saatnya kita salami para komika sambil membisikkan kata saatnya gantung mic tepat di telinga mereka karena kalah lucu oleh tin...

Mengasuh Pembunuh

Dunia ini merupakan tempat yang begitu riuh akan berbagai fenomena dengan berbagai macam manusia yang tinggal di dalamnya. Berbagai jalinan interaksi atau pertemuan atau persinggungan sebatas obrolan ringan hingga percakapan berat terjadi. Persilangan budaya, adat, kebiasaan, pakem-pakem sosial masyarakat berjalan di sana. Meski demikian, nyaris semuanya bergerak dalam satu irama, seragam, teratur, rapi, pasti, jelas, terjadwal dari Senin-Jumat lalu libur di akhir pekan untuk kembali bekerja di awal pekan. Tidak selesai begitu saja rutinitas itu berlangsung sejak Januari sampai Desember di akhir tahun dengan gerakan yang sama. Digunakannya pula angka-angka sebagai patokan untuk mengurangi resiko ketidakpastian yang dianggap tidak efisien sehingga menimbulkan kerugian karena waktu adalah uang. Dari orok saat manusia dilahirkan sudah ditetapkan kapan si bayi ini akan masuk taman bermain lalu beranjak menuju taman kanak-kanak selama dua tahun penuh dilanjutkan bergabung dengan sek...

Untuk Manusia Abstrak

Kepada manusia yang menyimpan begitu banyak penyesalan dalam kehidupannya untuk banyak hal yang tidak bisa ia lakukan. Segala hal yang sudah kau letakkan di belakang sana serta setumpuk impian di depan yang mungkin hanya akan menjadi mimpi pula. Cukup jalani saja. Tak perlu khawatir akan masa depanmu yang sudah diatur sang Sutradara Kehidupan ini. Jangan sampai kau menghina-Nya dengan segala kekhawatiranmu itu. Lakukan saja. Kau tidak perlu merisaukan dirimu yang tidak produktif. Jangan paksakan dirimu untuk memenuhi tuntutan kapitalisme yang telah mendarah daging dalam pemikiran manusia lain. Yang menganggap hina ketidakproduktifan. Mereka menghipnotis manusia-manusia malas seperti kita untuk produktif dan menganggap kita sebagai masalah ketika tidak produktif. Padahal sejatinya hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar saja sehingga bisnis mereka tetap bisa berjalan. Sometimes it’s okay not to be productive .

Ada Apa Dengan Perjalanan?

Untuk menuju pada suatu titik bernama akhir sebuah perjalanan selalu ada yang namanya awal. Tak akan pernah tercapai sesuatu yang tidak diawali. Awal setiap manusia itu berbeda tidak selalu bermula di garis yang sama pun waktu yang beragam juga. Dengan membawa berbagai motivasi yang beraneka ragam macamnya. Kali ini bukan tentang perjalanan menghampiri suatu tempat yang indah atau negeri asing jauh di sana melainkan perjalanan bagaimana manusia aneh yang tidak berbakat ini mulai menulis dikarenakan dalam setiap perjalanan niscaya ada pembelajaran di dalamnya walau sekecil apaun itu. Manusia yang tidak memiliki bakat ini selalu saja menaruh rasa iri dalam hatinya kepada manusia-manusia lain yang berbakat. Pertanyaan-pertanyaan bodoh kerap terlintas dalam dirinya yang tidak sama dengan sekitarnya. Pencarian bakat pun ia mulai dengan mencoba berbagai hal yang menarik utnuk dikerjakan. Ini bukan ajang pencarian bakat yang ada di televise-televisi swasta nasional itu ya. Mulai dari be...

Makhluk Berlabel Manusia

Apalagi di dunia ini yang rumit bin ruwet selain pertemuan ribuan kabel di atas langit-langit persimpangan jalan di kota yang berdiri sebelum punya ahli tata ruang kota? Mungkin hubungan antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. Bukan ruwet bin rumit tapi lebih tepatnya dibikin sedemikian rupa menjadi mbulet . Bayangkan saja manusia ini sudah jelas mereka sama-sama manusia kok malah menyematkan label terhadap manusia lain supaya terlihat berbeda. Apakah dengan begitu lantas manusia lain itu menjadi bukan manusia? Kan enggak juga. Nasi sudah menjadi bubur yang dimasak oleh orang yang tidak bisa memasak jadi bubur dengan rasa asing di lidah. Kalau orang bisa masak kan buburnya enak. Label-label perbedaan itu yang menempel hanya untuk menumbuhkan rasa sebagai manusia yang lebih baik dari manusia yang lain itu dengan segera menyuburkan benih-benih virus kebencian. Manusia ini membenci manusia itu padahal satu spesies sapiens. Begitu selo -nya manusia-manusia ini sehingga mem...

Sang Presiden

Setiap anak yang terlahir di dunia tidaklah hadir dengan kekosongan seperti yang dianalogikan dalam tabula rasa. Anak membawa sebuah anugerah saat kemunculannya ke dunia dengan berbagai bakat masing-masing. Pendidikan seharusnya dimaksudkan untuk mengeluarkan potensi yang dimiliki setiap putra-putri manusia. Tetapi mungkin hal itu hanya menjadi sebuah utopia saja. Pendidikan sekarang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri sehingga pendidikan diseragamkan. Pendidikan di kota, di desa, di gunung, di hutan, di pinggiran sampah, di sudut gang lokalisasi, di bawah kolong jembatan, di persimpangan jalan, bahkan di bawah kebosanan menunggu lampu lalu lintas tidaklah kontekstual dan jauh dari realitas kehidupan sehari-hari mereka sehingga pendidikan tidak bisa memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah keseharian. Hal-hal seperti itu baru kusadari ketika akhir masa studiku di SMA. Ternyata aku menjadi korban sistem yang sedemikian rupa masif sampai kita tidak sadar bahwa ada se...

Aku Tidak Menyesal

Periode putih abu-abuku merupakan sebuah perjalanan pemberontakan. Berawal dari keinginan seorang bocah naif untuk menggunakan badge bertuliskan “Pelajar Kota Yogyakarta” di lengan kanan baju seragam. Padahal menurut kabar yang beredar itu merupakan keputusan yang berat akibat seringnya terjadi tawuran antar sekolah di kota yang katanya Kota Pendidikan itu. Maklum aku orang desa jadi kurang tahu-menahu perihal itu. Akhirnya murid lulusan terbaik sekolah menengah pertama pinggiran kota ini hijrah menuju sekolah yang ada di kotamadya alias mendaftarkan diri. Tak tanggung-tanggung sekolah yang dipilihnya adalah sekolah yang menjadi tiga top terbaik walaupun tanpa pikir panjang bagaimana kehidupan di sekolah itu. Dikarenakan hanya satu-satunya anak yang berasal dari sekolah tempatku menempuh ilmu selama SMP, aku menjadi minoritas di sekolah baruku tapi itu bukan masalah bagiku. Tak perlulah kusebut nama sekolah dengan gaya bangunan Belanda yang memang hasil warisan pembangunan zama...

Aku Mau Jadi Istrinya

Ketika manusia dibahas mengenai kebutuhan dasarnya pasti menyangkut persoalan sandang, pangan, dan papan yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan. Entah kalau seiring berkembangnya zaman yang katanya lebih maju ini kebutuhan primer sapiens bertambah misalnya kuota. Hal itu bisa diperdebatkan panjang kali lebar bahkan kali tinggi jikalau kita mau. Tapi itu tidak akan dibahas di sini. Kita akan membahas kebutuhan dasar manusia yang disebut pangan. Saat membahas pangan pasti yang terpikirkan adalah makanan tentunya bukan pakaian. Nusantara yang merupakan gabungan berbagai bangsa dengan berbagai latar belakang yang memiliki berbagai keragama dalam setiap unsur kehidupannya tentunya juga mempunyai sumber pangan yang variatif juga. Pangan yang ada di setiap daerah menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya atau dapat disebut pangan tumbuh sesuai konteks wilayahnya. Keragaman pangan ini merupakan suatu fitrah Tuhan yang begitu nikmat sehingga kita dapat merasakan berbagai macam pang...

Menuju Masa Lalu

Kita tidak pernah sekali saja merasa lebih kecil kecuali pada kenikmatan   yang diterima orang lain. Bahkan kepada Tuhan sekalipun bagi kita yang percaya ada-Nya. Cobalah langkahkan kakimu menuju bingkai kayu yang menghubungkan rumah yang kau tinggali dengan dunia luar sana sembari memejamkan kedua bola mata. Pandanglah apapun yang ada di atas kepalamu. Sudah. Apa yang terlihat? Ah, aku lupa yang di atas sana pun terselimuti kepongahan hasil pembakaran mesin-mesin yang membawa kita menuju kepada sudut kota yang kumuh atau kepulan dari corong-corong gedung dekil itu atau bisa juga tertutupi beton-beton yang ditanam subur yang kita namakan kemodern-an. Kita tidak pernah melihat sesuatu yang lebih besar di atas sana sehingga selalu merasa besar lebih besar dari apapun itu. Baru saja semalam diriku begitu takjub ketika menatap hamparan hitam di atas sana tergantung berbagai benda kemerlip menyebabkan ingatanku seketika terbawa menuju pada waktu tiga tahun kurang sedikit ketika ...

Di Sini Lagi

Ah sial, aku kembali ke sini lagi. Terbangun dari tidur yang kuinginkan adalah bersama istri serta kedua anak-anakku yang bermain di halaman belakang bukan di tepi samudra dengan tebing yang mengerikan seperti ini. Harus sebanyak apa aku kembali ke tempat menyebalkan ini? Jika bukan karena uang tidak akan kulakukan. Kupikir hanya dalam dongeng berdiri kokoh sebuah kastil di pinggiran tebing di tepi samudra dan kini ia di depan mataku. Hanya orang bodoh saja yang penasaran dengan sebuah kastil gelap lalu memasukinya untuk mengecek. Aku termasuk ke dalamnya. Tiap-tiap lorong kususuri dan kulakukan apapun yang butuh kukerjakan ketika perempuan yang meninggalkanku berdiri di hadapanku bersama dengan pisaunya lalu menikamku. Aku benci ini. Sakit. Begitu sakit rasanya mati. Oh, ternyata aku sedang menonton sebuah drama rekaan sutradara yang begitu terkenal sehingga menjadi terlalu mainstream jika mengidolakannya. Pun aku bukanlah seorang yang terlalu tergila-gila dengan pertunjukan s...

Para Pelupa dari Seluruh Dunia

“Lupa adalah kata kerja.” – lupa kata siapa “Aku lupa, maka aku tidak ada.” – Descartes “Lupa adalah jalan ninjaku.” – Naruto “Jika kamu lupa, maka makanlah.” – Monkey D. Luffy “Gitu aja kok lupa!” – Gus Dur “Ketika kita lupa dan orang lain tidak suka, itu masalah kita. Ketika kita tidak lupa dan orang lain tidak suka, itu masalah mereka.” – Tere Liye “Seorang terpelajar harus sudah lupa sejak pikiran, apalagi perbuatan.” – Pramoedya Ananta Toer “Kau harus tahu lupa adalah lahan subur kenangan-kenangan. Biarkan ia mengalir seumpama sungai. Saatnya akan tiba, kau akan betul-betul lupa.” - M. Aan Mansyur “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” – Ir. Soekarno “Jika kamu tidak bisa me lupakannya dengan sederhana, maka kamu belum benar-benar me lupakan nya dengan baik. ” – Albert Einsten “ Saya tidak lupa . Saya hanya me lupa kan 10.000 cara yang tidak berfungsi .   – Thomas Alfa Edison “ Tidak ada seorangpun yang bisa membuatmu...

Biar Kalian yang Menentukan

“Ketika kita menggunakan topeng dan orang lain tidak suka, itu adalah masalah kita. Ketika kita tidak menggunakan topeng dan orang lain tidak suka, itu adalah masalah mereka.” Kurang lebih begitulah kutipan dari Tere Liye dalam status facebook-nya yang dulu kukira perempuan ternyata bernama asli mas Darwis. Salah satu dari beberapa kutipan yang kugunakan sebagai prinsip dalam melakukan hubungan dengan manusia lain sehingga aku bisa berekspresi dengan lebih leluasa tanpa perlu meribetkan diri untuk menanggapi komentar yang keluar dari mulut lamis mereka. “Seorang terpelajar harus sudah adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.” Kukira hampir setiap orang yang mengikuti hiruk pikuk dunia pernovelan dan perfilman kenal dengan kalimat di atas yang mulai nge-tren sejak tahun 2017 ketika novel Bumi Manusia-nya mbah Pram naik daun saat itu dan akan dijadikan sebuah film layar lebar juga. Sebuah kalimat yang begitu menonjokku sebagai mahasiswa karena merasa sebag...

Berbeda Memang Kita Berbeda

The loneliest people are the kindest, The saddest people smile the brightest, The most damaged people are the wisest, All because they don’t wish to see anyone else suffer the way they did. Percayakah kalian kepada setiap mimik wajah yang tersirat ketika tatap kedua mata saling bertemu pada titik di antara dua insan? Itukah tampak yang sebenarnya ataukah hanya yang ingin diperlihatkannya? Mungkin juga cuma itu yang bisa dipamerkannya, bisa pula itu sesuatu yang ingin dilihat orang lain. Apapun itu cukup nikmati saja sensasinya dan bersiap tertipu. Terlalu sering aku mendapati diriku cemburu terhadap orang lain. Bukan dikarenakan barang atau harta yang mereka punyai melainkan cara mereka yang dengan seenaknya dapat mengekspresikan segala emosi yang ada dalam diri orang-orang itu. Betapa bebasnya mereka tanpa beban tanpa perlu risau mengeluarkan gelak tawanya. Ah, setelah kupikir aku pun sering melakukan itu. Tapi satu ini yang paling membuatku iri. Bagaimana bis...

Dunia Maya dalam Dunia Maya

Presidenku ini memang orang yang sulit dimengerti jalan pikirannya mungkin karena IQ-ku melati alias IQ rendah. Untuk memahami logika mbah Tedjo Presiden Jancukers itu yang dilontarkannya dalam twit, lagu, lukisan, tarian, buku sampai dalangannya perlu IQ berbintang mlethek. Tokoh sastra macam Shakespeare tentu beliau kenal, sering mbah Tedjo mengutip kalimat penulis novel romansa terkenal sepanjang masa Romeo & Juliet itu walaupun aku lebih tertarik dengan Hamlet dan The Tempest. Pernah dikutipnya mengenai penjelasan hidup bahwasanya kita ini sedang bermimpi (hidup) dan terbangun ketika mati nanti. Oom Shakespeare ini lumayan relijius juga ya sebenarnya. Kalau mbah Plato sih punya pemikiran lain yang tidak kalah dahsyatnya. Dalam dualism nya beliau membagi dunia menjadi dua entitas yaitu dunia bayangan yang merupakan dunia di mana kita hidup sekarang dengan dunia ide. Dijelaskan dalam buku-buku yang menjabarkan pemikiran mbah satu ini bahwa dunia bayangan itu cuma hasil re...

Kelas Bercanda

Hidup begitu lucu dan hanya itu yang kita punya. Dengan lancang sedikit kuubah kalimat “Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya” dari judul buku Dea Anugrah yang kukira perempuan ternyata mirip oppa korea. Walau hidup adalah permainan, walau hidup adalah hiburan. Tetapi kami tak mau dipermainkan, dan kami juga bukan hiburan. Begitu kalau kata mbah Iwan Fals. Hidup ini sebuah candaan yang tak mampu dituliskan. Tapi aku dipaksa juga menuliskannya. Hidup ini brengsek dan aku dipaksa menikmatinya, mas Puthut Ea mengumpat. Ya, begitulah hidup. Mari kita coba menulis komedi yang mungkin akhirnya melahirkan tulisan tragedi. Tes satu… dua… tiga… yak… Hah… Bingung tenan… Begini mari kita mulai dengan latar waktunya dahulu. Jadi, pada masa pandemi ini sangat dianjurkan #dirumahaja mau #workfromhome #schoolfromhome atau #anythingfromhome lah ya. Tidak terlalu sedikit manusya yang mulai bosan menjalaninya. Bahkan untuk bosan saja sudah bosan karena terlalu bosan un...