Kelahiran, rejeki, jodoh, dan kematian dahulu
empat hal ini ditiupkan saat usia empat bulan dalam kandungan. Semua berawal
ketika kita dilahirkan namun manusia lupa bahwa semua telah ditakdirkan. Hanya Tuhan
penguasa dari segala alam yang mengetahui tentang takdir. Manusia tidak tahu
yang ditakdirkan sehingga yang dapat dilakukan adalah berusaha lalu menyerahkan
semuanya kepada Tuhan.
Manusia sering lupa bahwa hal-hal di atas itu
di luar kemampuan mereka sehingga merasa dapat menanganinya dan melupakan
Tuhan. Berbagai usaha dilakukan hanya untuk mendapatkan perkara yang bersifat
duniawi. Rencana hidup disusun sedemikian rupa, harta disiapkan untuk anak
turunan, jodoh dicari sampai ujung negeri sampai lupa dengan hal-hal terkait
akhirat padahal besok masih hidup saja tidak tahu. Kematian bisa datang kapan
saja karena kita tidak tahu ketetapan Tuhan, pun rejeki dan jodoh juga datang
dari arah yang tidak kita ketahui. Tugas kita berusaha dan serta tidak
melupakan bahwa Tuhan yang menentukan. Jangan terlalu sombong merencanakan.
Perihal kematian kita semua pemula. Yang jelas
kematian adalah sesuatu yang pasti. Semua hal yang terjadi adalah hal yang
biasa. Kelahiran dan kematian setiap harinya ada. Maka jangan terlalu merisaukan
hal tersebut. Persiapkan saja segalanya dengan tetap berserah kepada Tuhan.
Ada sedikit sudut pandang yang unik mengenai
kematian. Ketika banyak manusia mengucapkan duka saat ada orang meninggal
justru itu pemikiran yang kurang pas. Dunia adalah tempat yang fana sebagai
ujian bagi manusia sedangkan akhirat adalah abadi yang menjadi tujuan. Seharusnya
manusia turut bahagia atas kematian manusia lain dikarenakan menuju dunia yang
sebenarnya. Lalu cukup ucapkan “selamat jalan”.
Comments
Post a Comment