Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerpen

Jatuhku Tadi Malam

Kubuka mataku. Yang awalnya saling melekat terpejam. Sehingga dapat kulihat sekeliling. Namun masih terasa pusing kepalaku. Sebentar aku menunggu kesadaranku kembali seutuhnya. Ah, apakah aku belum sadar? Bukankah dengan membuka mata saja itu berarti aku telah sadar. Manakah yang lebih dulu? Aku membuka mata lalu sadar ataukah aku sadar lalu membuka mata? Entahlah hal itu sudah kulakukan tadi. Tak perlu dijawab. Aku bukan seorang filsuf yang mempertanyakan lebih dahulu ilmu atau teknologi. Seperti dalam kuliah Filsafat Teknologi semester empat lalu. Pun semacam anekdot populer yang menanyakan lebih dahulu telur atau ayam. Yang pada dasarnya pertanyaan itu sendiri sudah salah sejak awal. Kembali lagi. Setelah otak ku jernih kucoba mengamati sekitar. Entah otak atau pikiranku yang jernih tak perlu kalian tanyakan. Renungkanlah sendiri bangsat!!! Aku mengerti bahwa aku berada di lantai tujuh sebuah gedung. Ini pasti gedung bertingkat tak perlu kalian tanyakan. Dari mana aku tahu? Cu...

Orang-Orang Diam Yang Bicara

Ketika bicara juga sesulit diam. *** (This book belongs to “Aha Silent!”) [1] tulisan itu tertera di halaman awal sebuah buku seukuran genggaman tanganku. Sampulnya yang sobek kecil di setiap bagian sudut terasa rapuh. Kuraba permukaan kertasnya terasa kasar. Bercak noda kecoklatan juga menempel di sana sini. Kesan yang memperlihatkan betapa lama perjalanan yang dilalui buku tersebut untuk sampai ke masa ini. Aku tidak paham dengan kalimat yang telah kubaca tadi terutama pada kata “Aha Silent!”. Sehingga rasa keingintahuanku masih bersemayam dan mencoba mendobrak keluar. Tanganku tergerak untuk menyibak lembaran buku itu. Jemariku berhenti tepat di sebuah pembatas buku berbentuk ikan koi. Tentu saja ikan koi dalam bentuk dua dimensi. Jangan berkhayal akan ada ikan koi sungguhan di dalam buku. Sebuah rangkain tali halus yang dirajut terpaut di ekor ikan koi berwarna-warni yang dikombinasi secara harmonis. Kukatakan sekali lagi, yang kumaksud adalah pembatas buku berbentuk ikan k...