Skip to main content

Untuk Manusia Abstrak



Kepada manusia yang menyimpan begitu banyak penyesalan dalam kehidupannya untuk banyak hal yang tidak bisa ia lakukan. Segala hal yang sudah kau letakkan di belakang sana serta setumpuk impian di depan yang mungkin hanya akan menjadi mimpi pula. Cukup jalani saja. Tak perlu khawatir akan masa depanmu yang sudah diatur sang Sutradara Kehidupan ini. Jangan sampai kau menghina-Nya dengan segala kekhawatiranmu itu. Lakukan saja.

Kau tidak perlu merisaukan dirimu yang tidak produktif. Jangan paksakan dirimu untuk memenuhi tuntutan kapitalisme yang telah mendarah daging dalam pemikiran manusia lain. Yang menganggap hina ketidakproduktifan. Mereka menghipnotis manusia-manusia malas seperti kita untuk produktif dan menganggap kita sebagai masalah ketika tidak produktif. Padahal sejatinya hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar saja sehingga bisnis mereka tetap bisa berjalan. Sometimes it’s okay not to be productive.

Comments

  1. Ide pokok paragraf kedua mirip apa kata Tsana..... Gapapa, gapapa kalau belum bisa produktif. Yaudah gapapa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh malah gatau, lebih ke masalah pemenuhan kapitalisme sih yang mengarahkan kita untuk produktif, produktif, produktif~

      Delete
  2. Yes sometimes it's okay🙃👍

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dunia Terbalik

Bukan sinetron bukan pula sitkom atau serial komedi atau tayangan di salah satu stasiun televise swasta yang kental akan budaya patriarki dengan membagi-bagi peran pekerjaan bahwa seolah-olah sebuah pekerjaan hanya milik satu jenis kelamin saja sehingga menganggap bahwa dunia sudah terbalik. Bukan itu. Ini tentang bagaimana manusia sebagai hamba kemah yang terbolak-balik dalam bersikap. Yang seharusnya dilakukan malah ditinggalkan. Di sebuah negeri festival-festivalan yang mengagungkan simbol daripada esensi ini banyak hal dipahami secara terbalik. Apalagi di momen Ramadhan yang bersamaan dengan pandemi seperti ini menjadi sangat jelas terlihat. Atas nama tradisi maka dipaksakan terselenggaranya ibadah-ibadah sunah seperti shalat Tarawih dan buka bersama yang mengumpulkan banyak massa. Padahal hal ini sangat membahayakan. Sedangkan menuntut ilmu atau lebih dikenal dengan ngaji yang bersifat wajib malah ditiadakan bahkan tidak ada yang menolak ketika ditiadakan. Beginilah terbo...

Di Sini Lagi

Ah sial, aku kembali ke sini lagi. Terbangun dari tidur yang kuinginkan adalah bersama istri serta kedua anak-anakku yang bermain di halaman belakang bukan di tepi samudra dengan tebing yang mengerikan seperti ini. Harus sebanyak apa aku kembali ke tempat menyebalkan ini? Jika bukan karena uang tidak akan kulakukan. Kupikir hanya dalam dongeng berdiri kokoh sebuah kastil di pinggiran tebing di tepi samudra dan kini ia di depan mataku. Hanya orang bodoh saja yang penasaran dengan sebuah kastil gelap lalu memasukinya untuk mengecek. Aku termasuk ke dalamnya. Tiap-tiap lorong kususuri dan kulakukan apapun yang butuh kukerjakan ketika perempuan yang meninggalkanku berdiri di hadapanku bersama dengan pisaunya lalu menikamku. Aku benci ini. Sakit. Begitu sakit rasanya mati. Oh, ternyata aku sedang menonton sebuah drama rekaan sutradara yang begitu terkenal sehingga menjadi terlalu mainstream jika mengidolakannya. Pun aku bukanlah seorang yang terlalu tergila-gila dengan pertunjukan s...