Skip to main content

Posts

Orang-Orang Diam Yang Bicara

Ketika bicara juga sesulit diam. *** (This book belongs to “Aha Silent!”) [1] tulisan itu tertera di halaman awal sebuah buku seukuran genggaman tanganku. Sampulnya yang sobek kecil di setiap bagian sudut terasa rapuh. Kuraba permukaan kertasnya terasa kasar. Bercak noda kecoklatan juga menempel di sana sini. Kesan yang memperlihatkan betapa lama perjalanan yang dilalui buku tersebut untuk sampai ke masa ini. Aku tidak paham dengan kalimat yang telah kubaca tadi terutama pada kata “Aha Silent!”. Sehingga rasa keingintahuanku masih bersemayam dan mencoba mendobrak keluar. Tanganku tergerak untuk menyibak lembaran buku itu. Jemariku berhenti tepat di sebuah pembatas buku berbentuk ikan koi. Tentu saja ikan koi dalam bentuk dua dimensi. Jangan berkhayal akan ada ikan koi sungguhan di dalam buku. Sebuah rangkain tali halus yang dirajut terpaut di ekor ikan koi berwarna-warni yang dikombinasi secara harmonis. Kukatakan sekali lagi, yang kumaksud adalah pembatas buku berbentuk ikan k...